A Simple Key For Reog Ponorogo Unveiled

Wiki Article

Hingga kini masyarakat Ponorogo hanya mengikuti apa yang menjadi warisan leluhur mereka sebagai warisan budaya yang sangat kaya. Dalam pengalamannya Seni Reog merupakan cipta kreasi manusia yang terbentuk adanya aliran kepercayaan yang ada secara turun temurun dan terjaga.

Figur patih muda yang buruk rupa digambarkan dengan penari yang menggunakan topeng dari kayu dadap berwarna merah menyala dengan mata melotot, gigi menonjol, dan hidung yang besar, lengkap dengan rambut yang terbuat dari ekor kuda.

Artinya, seseorang menjadi warok karena mampu memberi petunjuk atau pengajaran kepada orang lain tentang hidup yang baik. Warok iku wong kang wus purna saka sakabehing laku, lan wus menep ing rasa (Warok adalah orang yang sudah sempurna dalam laku hidupnya, dan sampai pada pengendapan batin).[ten][eleven]

Kedua properti ini mempunyai bentuk seperti anak panah segitiga lancip pada bagian bawah dan terbuat dari kain beludru dengan bordiran monte berwarna emas.

Tokoh tari yang dibawakan dengan ekspresi semangat dan saling berpasangan ini menggambarkan ketangkasan prajurit berkuda saat berlatih.

Beberapa diantaranya sudah banyak dikenal dan menjadi ciri khas yang sudah melekat pada tari tradisional ini.

Eblek adalah nama lain dari properti kuda lumping yang biasa digunakan oleh pemeran jathilan dan digambarkan sebagai kuda putih dengan mata merah.

Udheng ini biasanya dipakai oleh penari jathilan dan jenis udheng yang sering dipakai yaitu tapak dara atau gadhung melati.

Dalam pertunjukan Reog ditampilkan topeng berbentuk kepala singa yang dikenal sebagai "Singa Barong", raja hutan, yang menjadi simbol untuk Kertabhumi, dan di atasnya ditancapkan bulu-bulu merak hingga menyerupai kipas raksasa yang menyimbolkan pengaruh kuat para rekan Tiongkoknya yang mengatur dari atas segala gerak-geriknya. Jathilan, yang diperankan oleh kelompok penari gemblak yang menunggangi kuda-kudaan menjadi simbol kekuatan pasukan Kerajaan Majapahit yang menjadi perbandingan kontras dengan kekuatan warok, yang berada dibalik topeng badut merah yang menjadi simbol untuk Ki Ageng Kutu, sendirian dan menopang berat click here topeng Singa Barong yang mencapai lebih dari fifty kg hanya dengan menggunakan giginya.

Sedangkan untuk motif jarik yang sering dipakai oleh para penari Reog Ponorogo adalah parang barong.

Jathil Jathil adalah prajurit berkuda dan merupakan salah satu tokoh dalam seni Reog. Jathilan merupakan tarian yang menggambarkan ketangkasan prajurit berkuda yang sedang berlatih di atas kuda.

Yet, the amount of his followers was modest and wouldn't be capable of tackle the may of the Majapahit Military.

Reog dancers effectiveness in Java, Dutch East Indies, in between 1920 and 1930 Reog Ponorogo dancers usually executed in a trance condition. Reog Ponorogo shows the traditional Kejawen Javanese spiritual instructing. beside Actual physical requirement, the dancers—In particular the Warok—needed to follow rigid guidelines, rituals and workout routines, both equally Bodily and spiritual. One of the prerequisite is abstinence, warok is prohibited to indulged and involved with sexual marriage with Girls, however getting sexual intercourse with boy age eight to fifteen is allowed.

these days it’s done at such Unique gatherings as weddings, Islamic celebrations, plus the anniversary of the Ponorogo Regency.

Report this wiki page